Sabtu, 25 Januari 2014

APA KABAR PTDI (MATI SURI), CINTA PRODUK DALAM NEGERI CARA BAPAK

PT.DI (Dirgantara Indonesia) adalah sebuah perusahaan dirgantara milik Indonesia yang didirikan pada 26 April 1976 dengan Bj. Habibie sebagai presiden direkturnya. PTDI ketika didirikan bernama Industri Pesawat Terbang Nurtanio, kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara pada 11 Oktober 1985. Kemudian PTDI menjadi nama resmi perusahaan dirgantara ini pada 24 Agustus 2000. Namun sangat di sayangkan ketika krisis ekonomi yang menimpa Indonesia, perusahaan ini mengalami kemunduran, mulai dari pemangkasan tenaga kerja, ketidak mampuan membayar kompensasi dan pensiunan mantan karyawannya, ahirnya PTDI dinyatakan pailit pada 4 september oleh pengadilan niaga. Secerca harapan muncul ketika keputusan pailit itu di batalkan pada 24 Oktober 2007, secara perlahan perusahaan ini mencoba bangkit dari keterpurukan. (Sumber:Wikipedia)

Ada hal yang sedikit menggelitik dan mengharukan ketika menyimak pidato presiden kita pada acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-18 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2013. Apa sebenarnya hal yang presiden sampaikan sehingga membuat jari jemari saya (blogger) ingin penumpahkan buah pemikiran ke dalam bentuk tulisan dalam blog ini ?? Ya, bagi yang hadir, menyimak, maupun sekedar melihat berita di media cetak maupun elektronik mungkin tau apa yang bapak presiden sampaikan dalam pidatonya. Jika di lihat dari momentum acara di mana pidato itu di sampaikan, kita bisa membayangkan bahwa presiden akan memberikan pidato berkaitan dengan perkembangan teknologi yang berkembang khususnya di Indonesia, kemudian mungkin bapak presiden akan mendorong agar bangsa kita terus mengembangkan dan menciptakan inovasi dalam perkembangan teknologi agar bangsi ini bisa di sejajarkan dengan negara maju dan kita semakin bangga terhadap bangsa sendiri, bangga terhadap karya anak negeri dan bangga menjadi indonesia.
Tidak meleset perkiraan kita tentang isi pidato bapak presiden, dalam acara peringatan hari Kebangkitan Teknologi Nasional, presiden mangingatkan agar bangsa Indonesia memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri dalam memperkuat alutsista yang diikuti dengan pameran produk alutsista buatan dalam negeri. Sepintas dan di lihat dari sisi seremonial pidato bapak begitu luar biasa, begitu tegas, yakin dan pasti bapak menyampaikan bahwa kita wajib menggunakan produksi dalam negeri. Lalu di mana salahnya dengan pidato bapak ?

Tidak ada yang salah dengan pidato yang di sampaikan, tetapi menggelitik disini ketika kita di gembar gemborkan tentang bela tanah air secara ekonomi, cinta tanah air secara ekonomi, semangat menggunakan segala produk dalam negeri di berbagai lini tetapi tidak lama lagi kita akan mempunyai pesawat kepresidenan yang kita beli dari Boeing, sebuah perusahaan dirgantara milik Amerika yang di minta untuk membuatkan pesawat kepresidenan untuk Indonesia senilai US$ 91 juta atau kurang lebih Rp 864 miliar. Tidak ada yang salah ketika seorang kepala negara memerlukan fasilitas untuk menunjang segala aktifitas dan pekerjaannya sebagai kepala negara yang pasti memiliki mobilisasi yang tinggi dalam misi diplomasinya. Tetapi akan menjadi kebingungan berbagai pihak ketika pengeluaran yang begitu besar di gunakan dalam kondisi sekarang. Mungkin saya (blogger) tidak perlu menjelaskan lebih detail kondisi sekarang seperti apa yang di maksud, krisis ekonomi, kemiskinan, hutang luar negeri. dan permasalahan lain yang banyak menguras energi bangsa ini.

Bila bapak bisa lebih konsisten seperti isi pidato yang disampaikan dalam acara peringatan hari Kebangkitan Teknologi Nasional, mengapa tidak di aplikasikan ketika pemerintah memerlukan pesawat kepresidenan dengan menghidupkan kembali PTDI, perusahaan dirgantara kebanggaan bangsa sendiri yang selama ini mati suri (berharap hanya mati suri dan kita tunggu bersama kebangkitannya) agar bisa hidup kembali. Kita yakin PTDI bisa, tetapi kita juga tidak bermaksud merasa hebat dengan mensejajarkan PTDI dengan Boeing atau Sukhoi. Tetapi ada sifat bela negara dalam hal ini, ada pembuktian berkaitan dengan cinta tanah air dan cinta produksi dalam negeri. Kita yakin dan percaya PTDI mampu untuk bangkit jika di dukung berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pemegang segala kebijakan.

Berharap kita dapat membuktikan tindakan nyata dalam mencintai tanah air ini, berharap ada perubahan dan perbaikan pola fikir dari mulai individu, masyarakat, hingga pemerintah tentang bagaimana kita mempertahankan kedaulatan baik secara sosial, ekonomi, dan budaya yang mana semakin hari semakin menipis dan luntur. Berharap segera bangun dari mati suri wahai PTDI.

Jumat, 14 Juni 2013

IRONI NEGARA BERPENDUDUK MUSLIM TERBESAR


Para ahli sejarah memiliki 3 teori tentang sejarah perjalanan agama islam masuk ke nusantara. Yang pertama, Teori gujarat, di mana di yakini bahwa islam masuk melalui pedagang India sekitar abad 13 masehi, namun teori ini di bantah karena karena saat itu Gujarat beraliran syi'ah, sementara di indonesia islam di dominasi bermazhab Syafi'i. Teori ke dua, di percaya bahwa islam masuk ke nusantara langsung dari pedagang arab yang singgah ke nusantara pada abad ke 7 masehi. Dan yang ketiga teori yang meyakini bahwa para pedagang persia lah yang yang membawa ajaran islam ke nusantara. Dalam perjalanannya, berdasarkan literatur dan pelajaran yang kita dapat dari sekolah, dapat kita ketahui bersama bahwa kerajaan samudra pasai merupakan kerajaan islam pertama di nusantara dengan malikul saleh sebagai pendiri dan raja pertamanya. Di susul dengan berdirinya kerajaan-kerajaan islam lain di nusantara.

Pada masa penjajahan, pengaruh islam sangat kuat dalam proses perjuangan para pemimpin dan pemuda nusantara. Ajaran islam yang mengajarkan pembelaan terhadap tanah air sebagai jihad mempertahankan keyakinan dan kehormatan telah menjadi bara pembakar semangat para pejuang kala itu (berbeda dengan jihad yang di gembar gemborkan sekarang), Perlawanan dengan semangat jihad ini menjadi batu sandungan tersendiri bagi penjajah untuk menguasai nusantara sepenuhnya. Inilah yang menjadi alasan Belanda kala itu mengirim para pendeta dan budayawan untuk mempelajari kultur, budaya serta rahasia semangat juang yang membuat nusantara sulit di taklukan, sehingga dapat di katakan bahwa ajaran islam lebih di takuti pihak penjajah dari pada senjata yang di miliki para pejuang kala itu.

Pada masa awal kemerdekaan, sempat di usulkan agar negara Indonesia menetapkan syariat Islam sebagai dasar negara, ini di buktikan dengan hilangnya salah satu kalimat dalam  piagam Jakarta, yang kita kenal sekarang sebagai UUD'45. di mana isi kalimat tersebut adalah "dengan menjalankan syari'at islam bagi pemeluk-pemeluknya". Inilah yang menjadi pemicu kekecewaan di tingkat pemimpin daerah yang merasa tidak sejalan dengan pemerintahan pusat, hal ini pula yang menjadi faktor penyebab terjadinya pemberontakan pasca kemerdekaan yang salah satunya di lakukan oleh NII (Negara Islam Indonesia) pimpinan Kartosoewirjo.

Itulah sekelumit perjalanan islam di nusantara hingga kini menjadi bangsa Indonesia yang mana tercatat sebagai negara dengan pemeluk islam terbesar di dunia. Mengapa saya (blogger) ungkapkan di atas tentang sejarah perjalanan islam di Indonesia mulai dari masa kerajaan, penjajahan hingga awal kemerdekaan, karena semua akan menjadi bahan analisa kita bersama tentang segala fenomena yang terjadi di negeri kita tercinta ini yang bisa membuat kita menarik nafas dalam, mengerutkan kening dan merasa prihatin karenanya. Belakangan ini ramai di beritakan tentang aspirasi polwan yang ingin menggunakan jilbab ketika menggunakan seragam kepolisian, tetapi mereka terbentur oleh peraturan Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005 tentang aturan pakaian dinas untuk polri dan PNS polisi. Di sini lah kita terheran heran tentang kekakuan sebuah institusi di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang melarang warganya yang beragama muslim untuk menjalankan perintah agamanya. Jilbab bukanlah gaya, trend, ataupun simbol, malainkan hukum yang harus di jalani oleh setiap wanita muslim, yang di ungkapkan pada surat Al-Ahzab ayat 59 yang berbunyi "hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" juga pada tertera pada surat An-Nur ayat 31 yang berbunyi "Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya". Ya, sudah jelas hukumnya bahwa wanita muslim wajib menutup bagian tubuhnya yang di anggap sebagai aurat. Konstitusi kita pun melindungi kebebasan setiap warga dalam menjalankan ibadahnya, jika menggunakan jilbab merupakan bagian dari menjalankan ibadah, lalu mengapa ada peraturan yang di buat kaitan dengan cara berpakaian yang mana peraturan itu membatasi seseorang dalam menjalankan perintah agamanya. Apakah peraturan itu bisa di kategorikan melanggar konstitusi ??? Silahkan kita menarik nafas dalam, menggelengkan kepala dan tertunduk prihatin karenanya. Inilah yang akan di perjuangkan oleh mantan menteri hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra yang rencananya akan membawa masalah ini ke pengadilan. 

Sekali lagi saya ingatkan dan sangat saya sarankan untuk kita sama-sama menghela nafas panjang, saya ingatkan untuk mengerutkan kening, dan sekali lagi saya ingatkan untuk menggelengkan kepala dengan terheran-heran. Larangan menggunakan jilbab tidak hanya terjadi di negara Eropa di mana dari segi sejarah memusuhi islam dan muslim sebagai minoritas, tetapi peraturan "konyol" itu ada di sebuah institusi di negeri yang memiliki sejarah panjang perjalanan islam dan sebagai negara dengan pemeluk islam terbesar di dunia, ya di negara kita tercinta "INDONESIA"

Selasa, 04 Juni 2013

1st

SALAM PERKENALAN




Assalamualaikum,, Wr,,Wb,,

Salam kenal untuk semua para peselancar dunia maya, izinkan saya bergabung untuk sekedar meramaikan hiruk pikuknya aktifitas di dunia maya yang semakin pesat perkembangannya, terutama di negara kita tercinta ini. Seperti kita ketahui bersama internet adalah sumber informasi tak terbatas yang dapat di akses oleh berbagai kalangan dan latar belakang. Seiring dengan perkembangan jaman yang di ikuti dengan tuntutan perkembangan informasi, internet bukan lagi barang mewah yang terbatas pada kalangan menengah ke atas, tetapi sudah menjadi gaya hidup yang seakan bergeser menjadi sebuah kebutuhan. Seperti kita ketahui bersama fenomena meledaknya penggunaan akses internet yang terjadi 5 tahun terakhir, mulai dari yahoo messenger, friendster yang sempat menjadi tren di jamannya, hingga seorang pemuda droup out dari pendidikan formal bernama Mark Zuckerberg yang mulanya hanya ingin menghubungkan teman-temannya melalui program pertemanan seperti yang kita kenal sekarang dengan nama "FACEBOOK" yang berhasil mengguncangkan dunia, tidak terkecuali di Indonesia yang memang sudah sejak lama menjadi bangsa latah. disusul munculnya twitter yang menambah semarak pertemanan di dunia maya yang semakin meningkat jumlahnya.

Tidak hanya melalui komputer konvensional / PC. Perkembangan internet semakin menjadi setelah telpon genggam (HP) yang tadinya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi sebatas telpon dan sms, berkembang menjadi perangkat serba bisa yang mampu melaksanakan berbagai fungsi sesuai dengan kebutuhan penggunanya mulai dari fungsi perekam gambar, video, sebagai media untuk mengakses internet, hingga fungsi yang mampu pendukung seseorang untuk bekerja melalui perangkat tersebut. Kita sudah tidak asing ketika mendengar kata Smart Phone, yang dapat di artikan sebagai telepon pintar. Perangkat yang kini menjadi gaya hidup masyarakat kita. Namun seperti kata pepatah, semua tercipta berpasangan, dimana ada putih, di situ ada hitam, di mana ada kebaikan, selalu ada kejelekan yang mendampinginya, tidak terkecuali dunia maya. Pornografi merupakan permasalahan yang cukup serius bersamaan dengan akses internet yang semakin mudah dewasa ini. Perangakat hand phone, menjamurnya warung internet (warnet) di tambah kurang ada nya kontrol lingkungan yang semakin mendukung mudahnya akses internet ke arah negatif menambah keprihatinan akan hal ini.

Untuk itu kewajiban kita bersama menjadikan fasilitas dan kemajuan jaman sebagai sarana pengembangan terhadap hal-hal positif baik sebagai sumber informasi, bahan pembelajaran,  tempat sharing, dan forum diskusi yang di harapkan mampu mendatangkan manfaat. Untuk itu saya berharap melalui blog ini, saya bisa menjadi salah satu pendukung dari pemanfaatan internet secara positif dan berbagi informasi bersama para peselancar dunia maya.

Salam......